Selasa, 09 November 2010
Lima Gadget Paling Berbahaya
Di jaman serba digital seperti sekarang, manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan peralatan elektronik. Peralatan ini selain mempermudah kehidupan pemiliknya juga merupakan penunjang gaya hidup yang kian hari kian canggih.
Tapi tahukah anda bahwa alat-alat elektronik ini dapat membahayakan diri kita?
Ahli toksikologi peraih hadiah Nobel, Devra Davis, pada bukunya yang berjudul 'Disconnected ' mengungkapkan bahwa terdapat lima perangkat elektronik yang paling berpengaruh buruk bagi kesehatan manusia. Penyakitnya pun beragam, mulai dari gangguan pertumbuhan hingga kanker otak.
Namun, jangan khawatir, Davis juga menyertakan bagaimana menggunakan benda-benda tersebut sehingga tidak berakibat fatal bagi kesehatan kita. Berikut adalah lima benda elektronik yang paling berbahaya menurut Davis.
1. Handphone
Menurut penelitian Davis, penggunaan handphone dapat merusak pertumbuhan sel otak pada anak dan menyebabkan tumor otak pada orang dewasa. Tidak hanya itu, handphone juga dapat mengancam populasi umat manusia. Kok bisa? Menurut Davis, penggunaan handphone minimal empat jam sehari dapat mengurangi jumlah sperma.
Tips:
Pakai speakerphone atau hands-free ketika menelepon.
2. Laptop
Selain baterai yang meledak atau mainboard berasap, masalah laptop pada kesehatan manusia adalah sakit mata dan kepala karena radiasi layar. Selain itu, laptop yang diletakkan di paha dapat membakar paha seperti daging panggang. Hal ini dikarenakan panas yang keluar dari laptop. Kasus terparah adalah kanker kulit.
Tips:
Untuk menghindari sakit mata, berpaling dari layar laptop setiap 20 menit selama 2-3 menit. Perbesar font jika diperlukan. Untuk menghindari paha terbakar, beli bantal paha.
3. IPods
Davis menjelaskan penelitiannya yang mengatakan bahwa mendengarkan musik dengan iPods selama satu jam setengah dapat mengganggu pendengaran, bahkan pada kasus terparah adalah tuli.
Tips:
Pakai busa earphone untuk sedikit meredam suara yang keluar.
4. Video game
Menggenggam stik game terlalu lama dapat membuat tanganmu merah, Davis menyebutnya “telapak Playstasion”. Ini disebabkan oleh lembabnya telapak tangan karena berkeringat. Sedangkan pada Nintendo Wii, keluhan yang paling sering adalah lepasnya tulang bahu karena terlalu bersemangat memukul.
Tips:
Pada Wii, pemain sebelumnya harus melakukan peregangan terlebih dulu. Untuk Playstation, pemain membaluri tangannya dengan bedak.
5. Komputer
Penyakit yang timbul menurut Davis adalah masalah jantung dan obesitas karena kurang gerak. Kejang otot juga pernah terjadi karena terlalu lama menggunakan mouse atau salah posisi mengetik.
Tips:
Beli gelpad pada keyboard, lakukan yoga dan peregangan pada jam istirahat untuk melemaskan otot punggung dan leher.
Semangka Efektif Turunkan Tekanan Darah
Buah ini kaya senyawa yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan bisa kurangi risiko stroke
.
Kabar baik bagi pencinta semangka. Sebuah studi yang dilakukan para pakar nutrisi pangan di The Florida State University (FSU), AS, mengungkapkan, semangka kaya senyawa yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Menurut Dr. Arturo Figueroa dan Profesor Bahram H. Arjmandi, semangka adalah sumber L-citrulline yang bisa dimakan, senyawa penting dalam memproduksi oksida nitrat, gas yang memperluas pembuluh darah.
Setelah melakukan pengujian terhadap sejumlah relawan prahipertensi (garis batas tekanan darah tinggi) yang diberi diberi ekstrak L-citrulline dari semangka sebanyak 6 gram atau sekitar satu sendok teh, hasilnya terjadi peningkatan fungsi arteri, yang kemudian berefek menurunkan tekanan darah, seperti dikutip dari Daily Mail.
Dr. Figueroa mengatakan penemuan ini menunjukkan bahwa semangka memiliki efek dilatasi (memperlebar pembuluh darah). Dan, satu yang bisa mencegah prahipertensi meningkat menjadi hipertensi, faktor risiko utama serangan jantung dan stroke.
Para peneliti menemukan bahwa semangka dengan daging buah berwarna oranye mengandung lebih banyak L-citrulline daripada yang berwarna merah. Lycopene, pigmen yang memberi warna pada buah itu, dipercaya memiliki banyak manfaat. Mulai dari menangkal kanker hingga meningkatkan kesuburan.
Kedua jenis itu kaya vitamin A, B6 dan C dan tinggi serat. Semangka juga sumber kalium yang bagus, yang menurunkan tekanan darah.
Akupunktur Redakan Sakit Punggung
Jangan remehkan sakit punggung. Berdasarkan penelitian di Inggris, sakit punggung berkepanjangan menjadi penyebab utama kecacatan. Bahkan para peneliti di Inggris memperkirakan, 1,1 juta orang di Inggris mengalami cacat akibat sakit punggung yang tak kunjung reda.
Penderita sakit punggung kebanyakan pekerja kantoran, karena aktivitas yang paling banyak dilakukan adalah duduk dalam waktu lama. Selain itu, sakit punggung juga bisa dialami orang yang pernah mengalami cedera ringan akibat ketegangan otot dan keseleo, kehamilan, stres atau kurang tidur.
Ingin terbebas dari sakit punggung? Kini, ada cara efektif untuk menangani masalah ini. Institut Kesehatan Nasional dan Clinical Research (NICE) merekomendasikan akupunktur sebagai teknik pengobatan alternatif penghilang nyeri punggung.
Dengan memasukkan jarum halus ke dalam bagian-bagian tubuh tertentu, akupunktur membantu mengatur aliran darah dan memblokir pusat rasa sakit.
Dengan membersihkan sumbatan energi dan mendorong energi mengalir bebas, akupunktur dapat memberikan bantuan jangka panjang untuk menghilangkan nyeri serta mengurangi peradangan dan memperbaiki fungsi otot. Bahkan, sebuah penelitian telah menunjukkan, akupunktur merupakan salah satu perawatan paling aman dan paling efektif untuk sakit punggung kronis.
Anggota Dewan Sean Barkes acupuncturist and British Acupuncture Council menjelaskan: "Rasa nyeri adalah salah satu keluhan yang paling umum diderita pasien sakit punggung. Dengan akupunktur tradisional, kita bisa melihat akar penyebab kondisi serta gejalanya. Penting untuk menyadari bahwa setiap pasien berbeda,” katanya, seperti dikutip dari laman FemaleFirst.
Akupunktur tradisional telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun dan Akupunktur British Council telah bertahun-tahun berhasil mengobati pasien sakit punggung.
Bagi Anda yang penderita nyeri punggung, sangat dianjurkan memilih seorang ahli akupunktur yang terdaftar sebagai ahli akupunktur profesional. Mendapatkan teknik akupunktur yang salah justru bisa menyebabkan sakit punggung menjadi lebih parah.
Benarkah Ciuman Bisa Tularkan Flu
Saat cuaca tak menentu seperti saat ini, banyak orang dengan mudah terserang flu. Bukan hanya hidung dan mata yang berair, biasanya flu juga disertai dengan demam.
Untuk menangkis dan melawan virus flu dari tubuh, banyak mitos beredar dipercaya banyak orang. Tapi, apakah semuanya benar?
Berikut ini penulis ilmiah terkemuka, Jennifer Ackerman, menjelaskan beberapa mitos tentang flu dalam bukunya 'Ah Choo', seperti dikutip dari Times of India.
1. Mitos: ciuman menularkan flu
Fakta: Berciuman atau berbagi minuman tidak dapat menyebarkan flu ke orang lain. Keluarga terbesar virus yang menyebabkan flu, yaitu rhinoviruses. Dan ini jarang sekali bisa masuk ke tubuh kita melalui mulut, hal ini menurut penelitian di University of Wisconsin Medical School.
2. Mitos: vitamin C sembuhkan flu
Fakta: Menurut penelitian, tidak ada bukti yang mengatakan, vitamin C mampu menghindari tubuh dari serangan flu. Bahkan antibiotik yang disebut-sebut dapat mengobati flu pun sebenarnya tidak bisa menyembuhkan flu, sebab penyakit ini disebabkan oleh virus. Sementara antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan bakteri.
3. Mitos: Lendir kental dari hidung tanda infeksi bakteri
Fakta: Lendir kental yang biasa keluar dari hidung bukanlah tanda infeksi bakteri, tetapi merupakan tanda sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Perubahan warna lendir dari jernih, kuning, hijau merupakan respon lebih kuat atas sistem kekebalan tubuh kita.
4. Mitos: Banyak minum air untuk redakan flu
Fakta: Ketika terserang flu, perbanyak minum air putih atau jus buah-buahan murni. Beberapa minuman segar seperti teh herbal pepermint atau minum air jeruk hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan flu.
5. Mitos: Sup ayam bisa sembuhkan flu
Fakta: Sup ayam disebut-sebut sebagai obat flu sejak zaman dahulu. Penelitian terbaru menunjukkan mungkin ada beberapa fakta ilmiah di balik legenda bahwa sup ayam membantu flu.
6 Benda Ini Lebih Kotor dari Toilet
Namun, tak hanya toilet, ada benda-benda di rumah Anda yang juga bisa lebih kotor dari toilet. Simak beberapa barang yang juga menyimpan kuman lebih banyak dari toilet, seperti dikutip dari laman The Sun:
Tas
Tas kesayangan Anda bisa menjadi tempat bersarangnya kuman penyakit. Jangan pernah meletakkan tas sembarangan, apalagi menyimpannya di bawah meja, di dekat dapur atau di area dekat makanan disiapkan.
Segala kegiatan yang Anda lakukan di luar rumah secara teratur juga bisa membuat tas Anda terpapar segala jenis bakteri jahat. Para ahli memperingatkan agar membersihkan tas secara berkala, dan tidak menyimpan sampah terlalu lama dalam tas.
Mobil
Lebih dari 20 persen kasus penyakit infeksi paru-paru disebabkan oleh genangan air dalam botol pencuci kaca depan. Dari 250 mobil yang diperiksa di Inggris ditemukan, beberapa mobil yang memiliki 330.000 kali lebih banyak bakteri dibandingkan toilet.
Hanya sepertiga dari pemilik mobil yang membersihkan mobil dengan vakum lebih dari dua kali setahun. Dan, studi ini juga menemukan, hanya dua persen dari pengemudi mobil merapikan dan membersihkan seluruh perangkat mobilnya setiap minggu.
Sikat gigi
Menurut Dr Stephen Dunne, konsultan di St Thomas's Dental Institute menyatakan bahwa virus termasuk flu dan herpes bisa hidup pada sikat gigi sampai seminggu dan kembali menginfeksi pengguna, bahkan bisa menyebar pada sikat gigi lain yang berada di sekitarnya.
Sementara British Dental Association memperingatkan, 50 persen masyarakat di Inggris tidak pernah mengganti sikat giginya secara rutin. Hal ini dapat berisiko menyebabkan infeksi silang yang bisa menyebabkan luka dan berkembang menjadi hepatitis B. Untuk itu, ganti sikat gigi Anda setiap satu bulan, agar terhindar dari penyakit.
Peralatan make-up
Kuman bisa berlabuh pada peralatan make-up Anda setelah 72 jam, kata Dr Susan Blakeney dari College Of Optometrists. Maka itu, hati-hati saat menggaruk mata yang sudah dirias, karena dapat menyebabkan infeksi mata.
Dr Blakeney menambahkan, membiarkan make-up di sebelah wastafel juga menjadi kebiasaan buruk banyak orang. Hal ini dapat menyebabkan infeksi yang terbentuk dalam kondisi lembab.
Dan perlu Anda tahu, maskara hanya bisa bertahan selama enam bulan, pembersih dan pelembab wajah hanya boleh digunakan sampai delapan bulan, bedak dan lipstik atau lip gloss selama satu tahun. Sedangkan eyeshadow lip liner hanya bertahan hingga 18 bulan.
Pengering tangan
Udara hangat yang keluar dari pengering tangan bisa terkontaminasi oleh bakteri. Hal ini dapat meningkatkan kuman menempel di tangan 255 persen, menurut Keith Redway, mikrobiologi di Westminster University.
Redway mengatakan, "Bakteri yang tertiup bisa menempel di tangan pengguna dan ke atmosfir karena udara tidak cukup panas untuk membunuh mereka."
Ponsel
Ponsel ternyata lebih kotor dari kloset duduk, sol sepatu bahkan gagang pintu rumah Anda. Joanna Verran, profesor mikrobiologi di Universitas Manchester Metro-politan, mengatakan, "Panas yang dihasilkan ponsel menciptakan tempat kuman berkembang biak, yang akhirnya bisa menempel di kulit wajah Anda. Kuman ini termasuk golongan staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat sampai bisul, dan pneumonia meningitis."
Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan
Tak hanya membahayakan paru-paru, avu vulkanik juga menggangu mata & membuat kulit iritasi. (Foto: Eko P/SI)
Setelah meletus pada Selasa (26/10) lalu, letusan susulan Gunung Merapi terus terjadi. Sabtu (30/10) malam, lagi-lagi gunung teraktif di dunia ini mengeluarkan awan panasnya. Disusul letusan berikutnya pada Senin (1/11). Tak hanya korban harta dan nyawa, meletusnya Gunung Merapi juga membawa dampak negatif bagi kesehatan.
Abu vulkanik dari Gunung Merapi yang terbawa angin ke berbagai arah hingga banyak membahayakan warga sekitar, terutama pada kesehatan. Abu vulkanik sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan.
Dikatakan oleh ahli kesehatan paru dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tangerang, Dr Thahri Iskandar SpP, pada prinsipnya sewaktu letusan gunung itu terjadi, berbagai macam batu-batuan dikeluarkan. “Kandungan yang terdapat dalam abu vulkanik sangat variatif,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.
Thahri mengatakan, apabila dibagibagi, maka kandungan dalam abu vulkanik tersebut terdiri atas pasir dan batu-batuan, produk letusan seperti belerang, juga awan panas yang banyak disebut dengan wedhus gembel. “Semuanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya paru-paru,” ungkapnya.
Masih dijelaskan Thahri, saat menyerang pernapasan, dampak yang terjadi pun bisa beragam. Misalnya saja saat menyerang kepada orang yang sebelumnya sehat, maka bergantung seberapa besar debu itu menyerang seseorang. “Posisi juga menentukan seberapa besar abu tersebut masuk ke dalam pernapasan kita,” ungkapnya.
Nah, jika posisi seseorang dekat dengan abu vulkanik yang kemudian masuk ke dalam pernapasan cukup banyak, maka bisa membuat saluran pernapasan membengkak karena efek dari panasnya udara. Yang terjadi, bisa saja sesak napas, bahkan sampai mengancam jiwa.
Apabila awan tersebut naik ke angkasa yang kemudian membentuk awan panas, maka bisa sebabkan hujan asam yang juga membahayakan kesehatan maupun lingkungan. Kandungan racun dalam awan panas tadi dapat menurunkan kesuburan tanah dan kematian bagi hewan. “Namun, jika seseorang berada dalam posisi yang jauh, otomatis dampak pada kesehatan pun akan berkurang atau gejalanya lebih ringan,” sebutnya.
Berbeda halnya dengan seseorang yang sudah bermasalah pada paru-paru, seperti pada penderita asma misalnya. Umumnya pada seseorang yang memiliki riwayat asma, maka asmanya akan kumat. “Abu vulkanik merupakan salah satu pencetus terjadinya serangan asma,” paparnya.
Kita semua tahu bahwa asma adalah penyakit yang sifatnya terjadi terusmenerus yang biasanya terjadi apabila terdapat pencetusnya. Dalam hal ini, abu gunung menjadi salah satu pencetus asma yang kuat sehingga yang terjadi pada penderita asma biasanya adalah bengek yang bisa muncul kapan saja saat terpapar abu vulkanik.
Selain asma, abu vulkanik juga sangat berbahaya bagi seseorang yang sudah menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau penyakit yang disebabkan gas atau asap yang beracun dan berbahaya.
Di Indonesia yang disebut sebagai gas atau asap berbahaya yang paling banyak adalah asap rokok, bahkan penyakit ini disebut sebagai penyakit asap rokok karena dominasi yang terlalu besar oleh asap rokok yang menyebabkan penyakit ini muncul. Semakin banyak terpapar asap rokok, semakin tinggi risiko.
“Orang normal saja jika terpapar cukup kuat sangat terpengaruh pada kesehatannya. Apalagi orang yang sebelumnya dengan riwayat penyakit pernapasan,” ujar Thahir.
Khusus untuk anak-anak yang terpapar abu vulkanik, mereka akan lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa karena pernapasan pada anak-anak sedang dalam pertumbuhan. Misalnya saja jika anak jajan terlalu manis, mereka akan lebih cepat batuk karena terlalu sensitif pada makanan yang dikonsumsinya. Untuk orang yang sudah punya penyakit paru sebelumnya, begitu ada keluhan, segera hubungi ahli paru secepatnya.
Dikatakan oleh spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Dr Agus Dwi Susanto SpP, abu vulkanik sangat mengganggu kesehatan manusia terkait dengan berbagai hal, terutama paru, mata, dan kulit.
“Secara umum, efek abu vulkanik pada paru akan menyebabkan iritasi karena bersifat asam,” ujar staf pengajar dari Divisi Paru Kerja dan Lingkungan Departemen Pulmonologi dan ilmu kedokteran Respirasi FKUI/RSCM.
Dijelaskan olehnya, iritasi yang terjadi adalah dari saluran pernapasan atas hingga bawah, seperti batuk-batuk atau bersin. Namun jika fasenya lebih lanjut, maka bisa menyebabkan sakit tenggorokan, timbunan dahak, sesak napas, juga kekambuhan pada penyakit paru apabila seseorang sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit pernapasan. “Penyakit tersebut bisa terjadi, jika kejadiannya terus-menerus dan bertahun-tahun,” tegasnya.
Masih dijelaskan Agus, akibat lanjutan dari iritasi saluran napas yang terjadi adalah meningkatnya risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara untuk efek jangka panjang, bisa terjadi penumpukan debu di paru atau silica yang berisiko terjadinya silikosis.
Dampak kesehatan yang terjadi di luar kesehatan pernapasan atau paru, di antaranya iritasi pada mata, seperti mata berair hingga kebutaan. Kulit pun menjadi bagian yang terkena dampak akan bahaya vulkanik, di antaranya iritasi berupa gatal-gatal, bisa membuat erosi, bahkan kulit bisa terbakar karena abu vulkanik. “Hindari paparan debu vulkanik dan pergi jauh dari sumber abu vulkanik,” pesannya.
Agus berpesan agar masyarakat sekitar yang terpapar abu vulkanik untuk terus memproteksi diri dari bahaya, seperti menggunakan masker yang aman. Pilih masker respirator yang bisa menyaring partikel-partikel kecil agar debu tidak bisa masuk dari samping. “Masker biasa tipis sehingga tidak bisa memproteksi 100 persen. Walaupun begitu, masker tetap direkomendasikan sebagai alat pelindung diri,” ujar dokter lulusan FK UI ini.
Makin Halus Abu Vulkanik, Makin Bahaya Yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel terkecil kurang dari 1/100 milimeter.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), paparan abu vulkanik sangat membahayakan warga yang mengirupnya. Ancaman paling umum adalah gangguan pernapasan.
Berdasar paparan WHO saat terjadi letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia lalu, abu vulkanik gunung berapi umumnya terdiri dari partikel fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air.
Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel abu terkecil yang mencapai kurang dari 1/100 milimeter. Ini berbahaya karena mudah menembus masker kain dan masuk ke paru-paru.
Seseorang dengan bronkhitis, emfisema dan asma disarankan mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanik bisa memperparah gangguan kesehatan.
WHO mengatakan, konsentrasi abu vulkanik setiap gunung berapi berbeda, tergantung kondisi alam seperti suhu udara dan angin. "Saran kami adalah mendengarkan insruksi kesehatan pejabat setempat," kata Dr Maria Neira, Direktur Department Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan WHO.
"Jika mengalami iritasi atau sakit di tenggorokan dan paru-paru, pilek, atau mata gatal, sebaiknya segera kembali rumah dan membatasi kegiatan di luar ruang," Neira menambahkan.
Selain partikel berbahaya, abu vulkanik juga berpotensi mengandung gas belerang dioksida dalam kadar rendah. Itulah mengapa ketika mulai mencium aroma belerang, sangat disarankan segera menjauh dari kawasan tersebut.